Category: Artikel
-
World Cleanup Day Menyiasati Polemik Sampah Pulau Harapan
Sekelompok anak muda menginisiasi gerakan World Cleanup Day atau aksi bersih-bersih sedunia di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, Jakarta. Mereka adalah Sharp Greenerator, komunitas anak muda peduli lingkungan yang berangkat dari Bogor, Jawa Barat. KOAKSI INDONESIA — Acara yang digelar pada 22–23 September 2023 tersebut menggandeng pelajar SDN Pulau Harapan 01 Pagi untuk membersihkan sampah di…
-
Bagaimana Wacana Green Jobs Menciptakan Gerakan Massa Melawan Krisis Iklim?
[vc_row][vc_column][vc_column_text] “Pembangunan besar-besaran di era Presiden Jokowi tidak boleh berhenti atas nama emisi karbon atau atas nama deforestasi.” Kutipan tersebut diucapkan oleh sosok garda terdepan lingkungan hidup Indonesia, Siti Nurbaya Bakar di Twitter pada 3 November 2021. Ironisnya kicauan tersebut keluar sehari setelah Presiden Joko Widodo dalam COP 26 menandatangani komitmen mengakhiri deforestasi dan degradasi…
-
Optimalisasi Eco Design Architect dalam Pembangunan Green Roof Berbasis Teknologi Solar Panel guna Mendukung Net Zero Emission & Sustainability Energy
[vc_row][vc_column][vc_column_text] Pembangunan berkelanjutan di Indonesia khususnya di daerah perkotaan menyebabkan kurangnya lahan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan meningkatnya emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang berujung banjir hingga pemanasan global. Pemanasan global adalah peningkatan suhu rata- rata atmosfer, laut, dan darat (Saiful et al, 2020). Menurut Badan Meteorologi Inggris, grafik suhu rata — rata global…
-
Ekowisata Berbasis Pertanian dan Peternakan Pintar guna Mengurangi Dampak Pemanasan Global di Pusat Kota
[vc_row full_width=”stretch_row” bg_type=”bg_color”][vc_column][vc_column_text]Green jobs merupakan pekerjaan yang tengah populer belakangan ini, baik dari kalangan pemerintah maupun swasta terus berupaya memperkenalkan istilah ini. Green job merupakan jenis pekerjaan yang berorientasi secara subtansial untuk melestarikan lingkungan, melindungi dan menjaga ekosistem lingkungan, serta mencegah lingkungan dari potensi kerusakan. Green jobs pertama kali diperkenalkan oleh organisasi buruh internasional (ILO)…
-
Potensi Pekerjaan Hijau di Masa Perubahan Iklim
[vc_row full_width=”stretch_row” bg_type=”bg_color” css=”.vc_custom_1698225254432{margin-top: -35px !important;}”][vc_column][vc_column_text]Memasuki masa perubahan iklim yang bersamaan dengan berlangsungnya pandemi selama tiga tahun terakhir, akan ada banyak sektor yang terpengaruh olehnya, didukung dengan banyaknya masyarakat yang menggantungkan kehidupannya pada pertanian dan juga kelautan. Di samping itu, potensi pekerjaan hijau pun kian meningkat. Pekerjaan hijau sendiri merupakan pekerjaan ramah lingkungan yang bertujuan…
-
Ocean Thermal dan Geotermal: Green Jobs untuk Geosaintis
Penggunaan energi fosil terutama dalam memenuhi kebutuhan energi nasional selalu meningkat setiap tahunnya, terkhususnya pada pembangkit listrik negara. Jenis pembangkit listrik yang sering digunakan di berbagai daerah adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), yang menggunakan energi fosil batu bara sebagai bahan bakarnya.
-
Pentingnya Wawasan Profesi Hijau dalam Menumbuhkan Ketahanan Alam Nasional
[vc_row full_width=”stretch_row” bg_type=”bg_color”][vc_column][vc_column_text] Profesi Hijau? Apa itu? Isu lingkungan dan kelestarian alam menjadi pembahasan yang menarik. Terlebih, ketika kita berbicara mengenai profesi hijau. Apakah itu ? pekerjaan yang berwarna hijau atau berbagai kegiatan yang memiliki kekhasan warna hijau ?. Tentu saja tidak demikian, profesi hijau memiliki kaitan dekat dengan kelestarian alam dan perawatan lingkungan. Saat…
-
Langkah Indonesia dalam Mengintegrasikan Green Jobs pada Sektor Pariwisata di Masa Perubahan Iklim
[vc_row full_width=”stretch_row” bg_type=”bg_color”][vc_column][vc_column_text] Transisi menuju dekarbonisasi tidak hanya penting untuk menghentikan perubahan iklim, tetapi juga merupakan pendorong pertumbuhan ekonomi dengan potensi untuk menciptakan jutaan pekerjaan ramah lingkungan. Menurut Laporan 2019 tentang Kesenjangan Emisi yang diterbitkan oleh Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), emisi gas rumah kaca global harus dikurangi sebesar 7,6 persen tahun antara 2020 dan 2030…
-
Start-Up Pengelolaan Sampah, Terobosan Green Jobs oleh Generasi Milenial Menuju Bonus Demografi
[vc_row full_width=”stretch_row” bg_type=”bg_color”][vc_column][vc_column_text] Dari waktu ke waktu, isu perubahan iklim makin mencuat ke permukaan. Apa itu sebenarnya perubahan iklim dan mengapa dicap sangat membahayakan kehidupan di Bumi? Laman National Geographic, di dalam salah satu artikelnya, menulis bahwa perubahan iklim adalah perubahan terhadap semua unsur cuaca yang saling berhubungan dengan menunjukkan anomali yang sangat membahayakan, seperti…
-
Profesi Hijau: Strategi Indonesia Membidik Target Nasional?
[vc_row][vc_column][vc_column_text] “There is no planet B.” Kutipan ini menegaskan absennya pilihan planet lain apabila krisis iklim merusak bumi. Untuk itu, negara-negara berkomitmen menjaga kenaikan suhu global tetap dalam spektrum 1,5-2°C. Indonesia sendiri menetapkan target pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29 persen pada tahun 2030 dan target nol emisi karbon selambatnya tahun 2060. Namun…
